TAHUN 1999 lalu Batam pernah dilanda konflik horizontal. Suasana pun mencekam. Lebih parah lagi ekonomi terdampak teruk, para investor pun sampai ketakutan untuk masuk. Perlu waktu lama memulihkan semua ini.
Kini setelah dua dasa warsa berlalu, Batam sudah berhasil memulihkan semua luka itu. Apalagi di zaman Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), kerukunan dalam keragaman sangat terjaga.
Semua kita tentu setuju menolak segala macam kekerasan apalagi kerusuhan. Maka dari itu, mari kita jaga kedamaian yang sudah tercipta ini. Sehingga roda ekonomi akan berputar dan tumbuh.
Jelang tahun politik ini, gesekan biasanya terjadi. Maka dari itu, ayo kita sebagai masyarakat kompak bersatu, waspadai, bila perlu lawan, anasir-anasir jahat yang berupaya memecah belah demi meraih keuntungan sesaat. Mereka meniru cara setan ketika menggoda manusia agar saling bermusuhan.
Ambisi boleh, kebelet berkuasa juga silakan, tapi jangan sampai mengorbankan kedamaian masyarakat apalagi Kota Batam tercinta ini. Silakan adu gagasan, tapi jangan adu domba. Lagi pula, apa enaknya berkuasa di tengah masyarakat yang terbelah?
Bagaimana menurut Anda?(ski)






