DALAM dunia jurnalistik ada rumus yang digunakan untuk menulis sebuah peristiwa. Yakni, 5W+1H: what, when, who, where, why, dan how (apa, kapan, siapa, di mana, bagaimana, mengapa).
Jika kita hanya ingin memberi informasi dasar akan sebuah peristiwa, gunakan pertanyaan what, when, who dan where, saja.
Namun jika ingin menggali lebih mendalam, barulah why, dan how bisa dipakai. Sebab, “why” adalah pertanyaan untuk menjawab tujuan dari peristiwa atau modus, dan “how” untuk menggali prosesnya.
Kenapa disebut “lebih mendalam”? Sebab, setiap orang umumnya dapat menjelaskan apa yang mereka lakukan, tentang bagaimana yang menjadi berbeda atau lebih baik. Namun, sangat sedikit dari mereka yang dapat menjelaskan ketika ditanya “why?”.
Sebaliknya kita dapat menggali inspirasi yang berguna untuk diri sendiri maupun pembaca, dari seseorang atau sebuah peristiwa, dengan memakai pertanyaan “why” tadi.
Tak percaya? Coba praktikkan saja pada diri sendiri. Tanyakan tentang segala apa yang kita lakukan, dimulai dari “why?”
Misal: Mengapa saya bekerja? Mengapa saya berkhianat? Mengapa saya mencinta? Dan seterusnya. Jawabannya akan membuat kita menemukan prinsip dasar dalam diri sendiri, sehingga membuat hidup lebih terarah.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Politik untuk Kebaikan






